Menghilang di Pasaran, Satgas Pangan Sidak Distributor Ayam Potong

Home / Berita / Menghilang di Pasaran, Satgas Pangan Sidak Distributor Ayam Potong
Menghilang di Pasaran, Satgas Pangan Sidak Distributor Ayam Potong Tim Satgas Pangan melakukan sidak ke agen ayam potong. (FOTO: Happy L./ TIMES Indonesia)

TIMESTARAKAN, PROBOLINGGO – Kelangkaan daging ayam potong di pasaran sejak tiga hari terakhir, membuat tim Satgas Pangan Kota Probolinggo, Jawa Timur, turun tangan. Petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor daging ayam potong, untuk mengetahui penyebab kelangkaan daging ayam.

Diketahui, hilangnya daging ayam di pasaran akibat banyak peternak belum memasuki masa panen. Namun petugas terus memantau kelangkaan tersebut, agar tak dimanfaatkan oknum distributor nakal dengan melakukan penimbunan.

Salah satu distributor yang disidak adalah usaha dagang Probo Sakti, yang berada di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Di lokasi distributor milik Edi Santuso ini, petugas mendapati ratusan ayam potong. Ayam itu, baru saja dibeli oleh pemilik, untuk dipasarkan keesokan harinya.

“Konsumsi ayam potong untuk seluruh kota ini, berkisar antara 28 hingga 30 ton perharinya. Itu disuplai oleh tujuh agen besar, dan dua agen menengah. Sedangkan hari ini, saya baru saja mendapat kiriman ayam. Itu untuk dijual keesokan hari. Insyaallah besok sudah normal kembali pasokannya,” kata Edy Susanto, Rabu (2/5/2018).

Dijelaskan Edy, kelangkaan semacam ini tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo saja. Melainkan beberapa kota di Jawa Timur. Seperti Lumajang, Pasuruan, dan Bondowoso.

Wakapolresta Probolinggo, Kompol Djumadi mengatakan, kelangkaan ini menjadi atensi bagi satgas pangan.

Karenanya, tim satgas pangan langsung turun dan mengecek langsung, kondisi di lapangan. Sejauh ini pihaknya tidak menemukan adanya indikasi penimbunan. Kelangkaan terjadi karena murni adanya penurunan produksi dari peternak.

Namun satgas pangan menegaskan, akan tetap melakukan pengawasan. Terhadap peternak ayam potong, distributor, hingga pedagang. Untuk memproteksi terjadinya mafia harga dengan cara menimbun barang, sementara permintaan konsumen sangat tinggi. Terutama menjelang Ramadhan 2018. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com