Menyongsong KEK Singosari Jalan Menuju Kawasan Bromo Akan Dilebarkan

Home / Berita / Menyongsong KEK Singosari Jalan Menuju Kawasan Bromo Akan Dilebarkan
Menyongsong KEK Singosari Jalan Menuju Kawasan Bromo Akan Dilebarkan Jalan menuju kawasan Bromo yang disurvey Konsultan Kementrian PU akan akan silebarkan menjadi sembilan meter.(FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESTARAKAN, MALANG – Menyongsong pembentukan KEK Singosari, Tim Khusus Konsultan Kementrian PU, Selasa (1/5/2018) seharian telah melakukan survey untuk pelebaran jalan.

Tim dari pusat itu terdiri dari lima orang. Mereka didampingi Camat Poncokusumo, Drs Sukarlin MSi, petugas Bina Marga Kabupaten Malang dan Kepala Desa Ngadas, Mujianto.

Tim ini mensurvey rencana pelebaran jalan itu sepanjang 30 km mulai dari Desa Tulus Ayu, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang hingga Desa Bantengan di perbatasan Kabupaten Lumajang.

Jalan-Menuju-Kawasan-Bromo-B.jpg

Saat ini, memasuki jalan menuju Bromo di desa Tulus Ayu lebar jalan sekitar enam meter. Sampai di perbatasan dengan desa Wringinanom menyempit menjadi sekitar empat meter. Setelah sampai ujung atas desa Gubuk Klakah semakin menyempit lagi sampai Bantengan.

Jalan itu merupakan akses satu-satunya yang selalu digunakan masyarakat wisatawan menuju Bromo dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagian bahkan sudah hot-mix.

Survey itu mengkaji kemungkinannya jalan tersebut dilebarkan menjadi 9 meter.

"Kepastiannya bagaimana saya tidak tahu persis. Namun dalam survey itu dibicarakan adanya rencana melebarkan jalan itu menjadi sembilan meter," kata Kepala Desa Ngadas, Mujianto ketika dihubungi TIMES Indonesia, Rabu (2/5/2018) siang.

Mujianto juga ikut mendampingi tim itu tatkala melakukan pengukuran jalan.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomi Herawanto dihubungi terpisah mengatakan, memang jika KEK Singosari nanti terbentuk akan berdampak besar terhadap daerah sekitar.

"Bukan hanya Malang Raya, namun bisa regional bahkan nasional," ujarnya.

Survey yang dilakukan Konsultan Kementrian PU, kata dia, bisa jadi merupakan bagian dari hasil penelitian tentang efek yang akan ditimbulkan bila KEK Singosari itu nantinya terwujud.

Karena dampak yang akan muncul dalam proyeksi keberadaan KEK Singosari itu, kata Tomi adalah, peningkatan perekonomian yang digerakkan antara lain dari sektor wisata dan tehnoinformatika.

"Tentunya juga akan dibarengi sosialita masyarakat karena KEK Singosari merupakan kawasan sosiokultura dengan potensi utamanya adalah juga heritage," tegasnya.

Seperti diketahui, pembentukan KEK Singosari itu saat ini tinggal selangkah lagi yakni sudah pada taraf menunggu persetujuan Menteri Perekonomian. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com