Pilkada Kabupaten Bondowoso 2018

Relawan Dhafir-Dayat Sosialisasi Lewat Bakti Sosial

Home / Berita / Relawan Dhafir-Dayat Sosialisasi Lewat Bakti Sosial
Relawan Dhafir-Dayat Sosialisasi Lewat Bakti Sosial Beberapa relawan paslon nomor urut 2 Dhafir-Dayat saat melakukan bakti sosial di Desa Gambangan. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESTARAKAN, BONDOWOSO – Apa yang dilakukan sekelompok pemuda di Bondowoso dalam meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2018 ini patut dicontoh. Para pemuda dari relawan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Bondowoso Ahmad Dhafir-Dayat menggelar acara bakti sosial yang diselingi kampanye pentingnya memberikan suara pada Pilkada 2018.

Dalam kegiatan ini, relawan pasangan calon nomor urut 2 ini juga mengedukasi warga untuk tidak mudah terprovokasi, bijak bermedia sosial dan mengenal informasi hoaks atau berita palsu.  

“Kami juga menggunakan IG, Whats app, FB dalam mengajak pemilih. tapi itu bukan prioritas,” kata Moehammad Sofwan, kordinator relawan , Selasa (01/05/2018).

Selain itu, lanjut Sofwan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kekompakan pemuda desa, menujukkan bahwa pemuda peduli lingkungan, dan pemuda itu berbuat nyata bukan merangkai kata.

Sofwan memastikan, kegiatan ini sekaligus upaya membentuk komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan melakukan kegiatan positif lainnya.

“Kami yang memiliki pilihan sama, membentuk komunitas ini, dan berkampanye dengan cara-cara yang positif,” imbuhnya.

Elok Wulan Maulid, salah seorang relawan menambahkan, kegiatan tersebut sudah berlangsung tiga bulan. Sudah ada empat desa, yang telah mereka datangi untuk bakti sosial tersebut. Di antaranya, Tegal Pasir Jambi Sari, Wonosuko Tamanan, Jumpang Wonosari, dan terakhir Gambangan Maesan.

"Tanpa diajak sekalipun, masayarakat sekitar kadang ikut dalam kegiatan bakti sosial tersebut. Untuk kali ini kegiatannya hanya kegiatan bersih-bersih, seperti masjid, mushala, dan tempat pemakaman umum," ucapnya.

Elok mengatakan, tidak melakukan kampanye secara masif. Mereka datang ke sebuah desa untuk bakti sosial, dan sudah meminta izin kepada kepala desa, RT dan RW. Adapun bentuk sosialisasinya, mereka hanya mengenakan kaos bergambarkan paslon yang didukung. 

“Nanti juga akan dikembangkan kegiatannya, dan menjaring pemuda yang ada di desa, tentu yang sejalan dengan kami,” kata mahasiswi IAIN Jember tersebut. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com