Indikator
  • Undercontruction

Bahas Isu Keimigrasian, ASEAN dan Australia Gelar Pertemuan di Lombok

Home / Peristiwa - Internasional / Bahas Isu Keimigrasian, ASEAN dan Australia Gelar Pertemuan di Lombok
Bahas Isu Keimigrasian, ASEAN dan Australia Gelar Pertemuan di Lombok Delegasi negara-negara anggota ASEAN dan Australia melakukan pertemuan untuk memperkuat kerja sama dalam pengawasan bidang keimigrasian, di Kota Mataram, Lombok, NTB, Selasa (3/7/2018). (FOTO: Istimewa)

TARAKANTIMES, MATARAM – Sebelas negara anggota ASEAN dan Australia mengadakan pertemuan untuk membahas pembahasan kejahatan transnasional mulai dari terorisme, tenaga kerja ilegal, hingga perdagangan manusia, di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (3/7/2018).

Kegiatan ini bertema, 3 Supplementary Activities under Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM)+ Australia.

Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Alif Suaid mengatakan, kerjasama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian harus diperkuat seiring semakin mudahnya orang bepergian ke luar negeri. Sebab hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia.  
 
“Oleh karenanya 11 negara berkumpul di tempat ini untuk mendiskusikan terkait isu-isu keimigrasian terkini dan menguatkan kerja sama antarnegara. Kami berharap para delegasi bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menikmati keindahan alam di Pulau Lombok,” katanya, di Hotel Santika Mataram, NTB, Selasa (3/7/2018).

Acara ini akan berlangsung hingga 6 Juli mendatang dan diikuti 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Australia. 

Kegiatan dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, perwakilan Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar. 

Lebih lanjut, Alif Suadi menyatakan, pertemuan tersebut akan membahas terkait pertukaran informasi dan penguatan pencegahan Foreign Terrorist Fighters (FTF) antara anggota DGICM dan Australia. Dibahas pula tentang potensi dan tantangan ASEAN common visa. 

“Kami juga akan melakukan penguatan dan kerja sama di tempat pemeriksaan imigrasi utama,” tutur Alif.

Dalam pertemuan tersebut, sambungnya, juga akan dibahas tentang upaya pencegahan pekerja migran non prosedural dan pencegahan perdagangan manusia. Pasalnya,  jumlah WNA yang datang ke Indonesia saat ini sudah mencapai 12 juta orang per tahun.

“Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian,” ucapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com