Mengenal Sejarah Tari Glipang Khas Kabupaten Probolinggo

Home / Berita / Mengenal Sejarah Tari Glipang Khas Kabupaten Probolinggo
Mengenal Sejarah Tari Glipang Khas Kabupaten Probolinggo Tari Glipang saat diperankan oleh siswa-siswi SMP saat peryaan karnaval HUT RI 2017 lalu. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESTARAKAN, PROBOLINGGOTari Glipang merupakan satu-satunya tarian khas Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Mayoritas masyarakat Kabupaten Probolinggo mengenal tarian tersebut. Seperti apa sejarah Tari Glipang?

Diketahui, tari Glipang adalah sebuah tari rakyat yang tidak jauh beda dengan tari Remo. Sebuah tari khas daerah Jawa Timur yang merupakan bagian dari kesenian Ludruk.

Parmo (66) cucu dari pencipta Tari Glipang mengatakan, bahwa Tari Glipang berasal dari kebiasaan masyarakat.

Kebiasaan yang sudah turun temurun tersebut akhirnya menjadi tradisi. Dia menjelaskan, Glipang bukanlah nama sebenarnya tarian tersebut.

“Awalnya, nama tari tersebut adalah “Gholiban” berasal dari Bahasa Arab, yang artinya kebiasaan. Dari kebiasaan-kebiasaan tersebut akhirnya sampai sekarang menjadi tradisi,” kata Parmo, asal warga Pendil Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Parmo menceritakan, yang hingga kini disebut sebagai pencipta Tari Glipang. Tari Glipang (Gholiban) tersebut dibawa oleh kakek buyutnya yang bernama Seno, atau lebih dikenal Sari Truno dari Desa Omben Kabupaten Sampang Madura. Sari Truno membawa topeng Madura tersebut untuk menerapkan di Desa Pendil.

Sari Truno kemudian mewariskan kebiasaan tersebut kepada putrinya yang bernama Asia atau yang biasa dipanggil Bu Karto..Parmo yang saat itu masih berusia 9 tahun mencoba ikut menekuninya.

“Ternyata masyarakat Desa Pendil sangat agamis.Masyarakat menolak adanya topeng Madura tersebut. Karena didalamnya terdapat alat musik gamelan. Sehingga kakek saya merubahnya menjadi Raudlah yang artinya olahraga,” lanjut Parmo.

Dalam tarian Glipang, mempunyai tiga gerakan. Dimana tiap-tiap gerakan tersebut mempunyai makna dan cerita pada saat diciptakan.

Pertama, tari olah keprajuritan atau yang biasa disebut dengan Tari Kiprah Glipang. Tari Kiprah Glipang ini menggambarkan ketidakpuasan Sari Truno kepada para penjajah Belanda.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com