Peringati Malam Isra' Mi'raj, Shalawat Burdah Menggema di Bumi Bangkalan

Home / Berita / Peringati Malam Isra' Mi'raj, Shalawat Burdah Menggema di Bumi Bangkalan
Peringati Malam Isra' Mi'raj, Shalawat Burdah Menggema di Bumi Bangkalan Puluhan ribu warga dari empat kecamatan saat membaca shalawat burdah berkeliling di Kecamatan Arosbaya Bangkalan. (FOTO: Doni Heriyanto/TIMES Indonesia)

TIMESTARAKAN, BANGKALAN – Ribuan warga membaca shalawat burdah dengan cara berkeliling di Kecamatan Arosbaya, Kabupetan Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Minggu (8/4/2018) malam. Kegiatan religi ini, dalam rangka memperingati Isra Miraj dan menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H.

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatulloh Al-Muhajirin Pasarean Bawah Buduran Arosbaya, bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan 2.000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memprakarsai pembacaan burdah yang digelar selama tiga malam tersebut. 

Sekitar 15.000 warga yang datang dari Kecamatan Geger, Arosbaya, Klampis dan Kecamatan Sepulu itu, terlihat begitu khusyuk membaca shalawat burdah sambil berjalan kaki menyusuri jalan raya sepanjang 7 kilometer. 

Mengambil start dari lapangan di sebelah utara Koramil 0829/13 Arosbaya, mereka menuju ke arah timur mengitari rute yang telah ditentukan dengan posisi melingkar dan finish di tempat awal pemberangkatan. 

Tradisi pembacaan burdah ini, dipandu melalui pengeras suara sound sistem yang diangkut oleh mobil pikup. Dibelakangnya, warga yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa, laki-laki maupun perempuan mengikuti secara beriringan.

"Membaca surat Yasin dan menutup dengan doa menjadi penghujung dari pembacaan burdah," jelas Pengasuh Ponpes Hidayatulloh Almuhajirin Arosbaya, KH Linul Qolbih Hamzah.

Menurutnya, banyak hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Miraj untuk diterapkan dalam kehidupan. Membaca shalawat burdah dengan berjalan kaki sebagai napak tilas dari perjalanan Nabi Muhammad SAW, ketika mendapat perintah melaksanakan shalat lima waktu. 

"Bulan Ramadhan sudah di depan mata, mari kita bersihkan hati dalam menyongsong bulan yang suci," imbuh KH Linul Qolbih Hamzah.

Selain memperingati Isra Miraj dan menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H, pembacaan burdah ini juga bertujuan untuk mendoakan keselamatan ibu pertiwi agar segera keluar dari segala masalah yang membuat rakyatnya menderita. Terutama, memohon ampun atas segala kesalahan yang dilakukan para pemimpin dan rakyat Indonesia. "Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT," ujarnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com