Indikator
  • Undercontruction
Opini

Berkurban, Bentuk Syukur Atas Rejeki Allah

Home / Opini / Berkurban, Bentuk Syukur Atas Rejeki Allah
Berkurban, Bentuk Syukur Atas Rejeki Allah Gus Noor Shodiq Askandar (Grafis: TIMES Indonesia)

TARAKANTIMES, MALANG – Berkurban, sungguh kata saat ini menjadi yang paling banyak dibicarakan. Semua orang dari yg kecil sampai dengan yang tua, bahkan yg sudah rentapun tidak ada yang tidak mengenalnya.

Pendek kata, kalau dalam dunia maya dan dunia media sosial, sudah menjadi tranding topic dunia. Makin dekat dengan Iedul adha, makin sering pula dibicarakan, baik di kampung, kos kosan, rumah tangga, sampai di hampir seluruh masjid dan Mushola. Gerakan berkurbanpun kemudian menggema di seluruh pelosok dunia.

Namun demikian, apakah berkurban hanya dimaknai saat Iedul adha saja. Secara sederhana sepertinya demikian. Berkurban identik diartikan sebagai penyerahan  seekor kambing yang memenuhi syarat untuk satu orang dan seekor sapi untuk tujuh orang, yang disembelih saat Iedul adha dan hari tasyrik.

Berkurban dalam arti luas berarti memberikan apa saja kepada orang lain, bisa harta benda, dan atau yang lainnya. Memberikan senyumpun bisa menjadi bagian dari berkurban perasaan. Bahkan senyum itu merupakan bagian dari nilai dalam kesabaran.

Orang bijak berkata : bahwa orang sabar itu "nek onok wong ngemut barang pahit ora kathek mrecing". Sayyidina Ali bin Abi Tholib menggambarkan orang sabar itu adalah orang yang bisa membuat orang lain senang, meskipun dirinya sendiri sebetulnya tidak merasa nyaman.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com